Female Solo Traveler New Zealand

Assalamualaikum….

New Zealand menjadi tempat pertama Aku melakukan solo traveler yang benar-benar solo, artinya tidak Ada teman yang di kunjungi di tempat tujuan. Kalau yang ke Bandung tahun 2015 kan ada David, sahabat kuliahku, terus ke Brisbane February lalu Ada Bella. Jadi ini pengalaman yang pertama dan rasanya luar biasa. Dengan solo traveling, aku menjadi pribadi yang lebih berani, lebih waspada, lebih disiplin, dan lebih pandai membaca peta (hahaha, karena sebelum ini, kemampuan spasial ku sangat standar, baca Google Maps saja suka salah).

Selama 9 hari dari 15-24 April 2017, aku berada di South Island New Zealand dan mengunjungi beberapa kota di wilayah Canterburry dan Otago. Berikut itineraryku selama 9 hari di NZ

15 April – 16 April 2017 : From Melbourne Tullamarine to Christchurch AirPort

16 April : Stay in YHA Christchurch dan explore kota Christchurch

17 April : Heading to Aoraki Mt. Cook Village

18 April : Stay 2 Nights in Mt. Cook Lodge and Motels dan tracking di Jalur Hooker Valley Track

19 April : Heading to Queenstown

20 April : Stay 3 nights in Adventure Queenstown Hostel and join Go Orange Tour to Milford Sound

21 April : Explore kota Ratu atau Queenstown

22 April : Heading to Te Kapo and stay 1 Night in YHA Te Kapo, Visit the church of the God shepperd

23 April : Heading to Christchurch AirPort, bobok di terminal internasional Christchurch dan ternyata rameeee juga yg nginep disini.

24 April : From Christchurch AirPort to Melbourne Tullamarine

Transportasi yang aku pakai adalah intercity dan dapat rate khusus backpacker karena punya kartu member YHA, terus transportasi ke Aoraki Mt. Cook dari Twizel (return) pakai Cook Connect dengan harga round trip yang lebih murah sedikit. Naik kendaraan umum menjadi hal yang menyenangkan, karena supir bus intercity juga merangkap sebagai tur guide yang akan memberikan penjelasan terkait wilayah yang kita lalui. Selain itu, aplikasi intercity juga memudahkan kita untuk mengecek keberadaan bus dan mengecek jalur-jalur yang akan kita lalui.

Ambil posisi kursi di sebelah kanan dalam perjalanan dari Christchurch ke Queenstown.

Selama 9 hari aku bertemu beraneka macam orang, di Christchurch aku sekamar dengan satu bule dan satu cewek China, terus ketemu sekeluarga warga India saat makan di lounge room yang ayahnya pernah bertugas di Indonesia. Di Aoraki Village aku ketemu 3 cewek bule dari Boston yang ternyata student di Auckland University, selanjutnya di malam kedua, aku ketemu tiga backpacker yang tergabung dengan Stray semacam bus Hop On Hop Off di NZ. Mereka semuanya welcome dengan muslim dan toleransi banget dengan ibadah sholat yang aku kerjakan di kamar. Saat di Twizel tunggu bus ke Aoraki, aku ketemu bule-bule berisik yang memandang sinis aku karena mungkin aku berjilbab, nah hari berikutnya saat menunggu bus ke Queenstown, aku pakai hoodie terus dan ga beranjak dari tempat duduk di depan I Site Twizel. Untungnya di sebelah ku juga duduk satu bule cowok yang juga tunggu bus yang sama.

Di Queenstown, sekamar dengan Anna dan Mellisa yang ramah banget. Di Te Kapo ketemu Shin hae, cewek dari Jepang yang ramah dan juga ketemu cewek dari Korea Selatan yang terkaget-kaget saat aku cerita kalau K Pop sangat diminati oleh teman-temanku. Saat di Cruise Milford Sound ketemu dua bule cowok yang juga solo traveling dan akhirnya aku minta tolong buat ambil foto ku saat di Milford Sound. Saat di YHA Te Kapo ketemu student dari Brisbane yang ternyata orang Indonesia juga, senangnya ketemu sesama warga Indonesia di negara orang.

Pengalaman di hostel, aku lebih suka suasana hostel YHA, pertama karena ada pilihan female room dan kedua karena banyak pengunjungnya dari Asia, dan ketiga pelayanan dan fasilitasnya oke. Sayangnya kamar female dorm cepat banget Full book, jadi pas di Mt. Cook dan Queenstown ga bisa stay di YHA. 

Sekedar berbagi Tips saat aku solo traveling di NZ:

1. Pelajari negara tujuan dari jauh-jauh hari dan siapkan intinerary dengan baik dan rapi terutama jalur-jalur yang akan di tempuh. Jika kamu punya kemampuan membaca peta yang tidak baik seperti aku, bisa print screen peta jauh-jauh hari kemudian kumpulkan semuanya di satu dokumen.

2. Pesan hostel dan tiket bus jauh-jauh hari karena kalau di batalkan juga masih bisa di refund. Bus intercity bahkan bisa memberikan rate NZD $1 untuk rute tertentu, aku pernah kutak-Katik dan nemu rate ini untuk tujuan Frans Joseph dari Queenstown, sayangnya aku ga ke kota itu.

3. Hindari daerah sepi saat malam hari, namun aku sih lebih milih langsung di hostel saat setelah maghrib, apa juga yang mau di kerjakan saat malam, mendung santai di Lounge hostel.

4. Jauhi orang-orang yang sekiranya mencurigakan. Datangi tempat-tempat tujuan wisata yang memang ramai.

5. Simpan paspor dan visa serta dokumen penting lainnya, uang, kartu kredit, dan di kantung khusus dan bawa kemanapun kamu pergi, termasuk ke kamar kecil, kamar mandi,saat tidur. Aku beli RFID pocket dari khatmandu sebelum pergi dan ini aku bawa kemanapun aku pergi.

6. Untuk menghemat dan juga menyediakan makanan halal sendiri, bawa travel rice cooker dan beberapa makanan jadi seperti tuna kaleng, sarden kaleng atau salmon kaleng, ataupun instan noodle.

7. Jangan mudah percaya pada orang. Tapi jangan paranoid-an juga.

8. Selalu berdoa kepada Allah.

9. Kabari keluarga dan sahabat di manapun kamu berada.

10. Selalu waspada dan berhati-hati di manapun dan kapanpun.

11. Bawa tongsis dan tripod, kalau perlu bawa double untuk berjaga jika yang satu rusak. Bawa kamera dengan memori yang kapasitasnya gedeeeee, karena semua pemandangannya minta di foto.

12. Nikmati perjalananmu karena Adventure is Calling…..

Advertisements