Di Tepi danau Te Kapo

Assalamualaikum….

Setelah menempuh empat jam perjalanan dari Queenstown, langkah kaki ini sampai di tepi Lake Te Kapo (baca: Ti Kepo dengan “e” lemah) dan juga di depan ikon terkenal The Church of The God Shepperd. Tongsis yang patah udah di tinggal di dekat danau dengan harapan suatu hari nanti aku dan kekasih hati bisa main ke sini lagi, Aamiin ya Allah.

Lake Te Kapo ini impian bagi para fotografer, karena pemandangannya asli cakep banget dan menurutku sih, kita ga perlu kamera canggih dan mahal untuk mengambil foto di sini dan juga tempat lainnya di New Zealand karena emang objek fotonya udah bagus dan indah banget. Warna danau ini sebiru pirus dan ada gereja mungil di tepian danau Te Kapo. Lake Te Kapo terletak sekitar 3 jam perjalanan ke barat daya Christchurch di Mackenzie Basin. Kotapraja ini menghadap utara, melintasi danau berwarna biru-kehijauan yang menawan hingga jajaran pegunungan Southern Alps. Lake Tekapo mendapatkan warna biru-kehijauan pekatnya dari serbuk cadas halus (terhancurkan oleh gletser) yang tertahan dalam air.

Di tepi danau ini, kita akan menemukan the Church of the Good Shepherd yang mungil dan cantik. Gereja ini dibangun pada tahun 1935 bagi keluarga perintis dari distrik Mackenzie, dan merupakan tempat berfoto yang populer bagi pengunjung. Di dekatnya berdiri “monumen anjing gembala” – patung perunggu yang dipahat untuk menyatakan utang budi kawasan ini kepada anjing gembala “yang tanpa bantuannya, pekerjaan menggembala di wilayah pegunungan ini tentu mustahil dilakukan”.

Masyarakat pertama yang menghuni Mackenzie Basin adalah suku Maori. Mereka menambang batu untuk dijadikan peralatan, memancing belut, berburu burung, dan mendirikan perkemahan musim panas di sepanjang tepi sungai dan danau. Para pemukim Eropa tidak tahu-menahu tentang area ini sampai pertengahan tahun 1800-an, saat seorang gembala asal Skotlandia, Jock Mackenzie, ditangkap karena mencuri domba. Ia menelusuri kawasan dataran tinggi ini untuk menyembunyikan domba-domba yang dicurinya dari kejaran hukum.

Saat ini musim gugur, jadi Bunga lupin yang merupakan ciri khas tanaman di Tepi danau Te Kapo udah pada kering. Tadi pas jalan ke Church sempat lihat beberapa Bunga yang masih sisa Di dekat gereja dan beberapa di tepi danau. Wilayah Te Kapo ini terkenal dengan Bintang-Bintang cerah Di langit malam yang gelap gulita, dan jika beruntung akan bisa lihat aurora ataupun southern lights. Semoga malam ini bisa lihat Aurora, Aamiin ya Allah, kalau Aku ga ngantuk yaak.

Danau Te Kapo memiliki Warna Biru yang bening Jernih seperti Warna glaciers, Warna yang Sama dengan Warna danau Pukaki Di dekat Aoraki Mt.Cook. Saat tadi sampai Di Twizel, Aku juga lihat puncak Mt.Cook dari kejauhan, jelaaas banget Putih Salju di puncak Aoraki Mt. Cook. Saat sore hari tad ke pinggir danau dekat gereja, ramai banget para pengunjung yang sedang melihat gereja dan membuat suasana jadi rameeee banget, semoga besok pagi selepas fajar ga terlalu rame orang-orang. Yup sekian cerita singkat dari Wilayah Te Kapo.

Lupin Flower

Church History

Two bites

Bye tongsis

How many stones?

View from YHA, adeeem yaaak

Iya, Aku cari kamu sampe ke New Zealand

Serius amat ngeliatin bebek-bebek lagi berenang

Warna pirus

The famous Church

Airnya dingiiiin banget

Te Kapo

Te Kapo | Dani Wulan , 22 April 2017

Advertisements