Lembah Aoraki Mt. Cook

Aoraki Mt. Cook Village

Assalamu’alaikum

Hari kedua di New Zealand, aku mengunjungi Aoraki Mt.Cook village, sebuah pemukiman di kaki gunung Mt. Cook dengan jumlah penduduk sekitar 300 orang. Berangkat ke sini dari Christchurch dengan menggunakan jasa Intercity yang berangkat dari depan Canterbury Museum di Rollestone Avenue pukul 08.40 pagi menuju Queenstown. Dalam perjalanan aku disuguhi oleh pemandangan alam NZ yang memukau, subhanallah yang telah menciptakan keindahan alam sebagus ini. Kalau kalian pernah nonton film Moana dan di akhir cerita kan ada adegan ibu alam yang berbaring tidur menjadi perbukitan, jadi aku ngebayangin pegunungan di NZ sepanjang yang aku lewati memang seperti orang tidur.

Ibu sopir juga merangkap sebagai pemandu yang menjelaskan beberapa hal menarik seperti jumlah penduduk, ikon di suatu tempat, sejarah tempat, di sepanjang perjalanan kita menuju Twizel. Bus intercity yang aku tumpangi berhenti selama 15 menit di Geraldine dan disini aku Cuma numpang ke toilet sama lihat-lihat suvenir. Pemberhentian selanjutnya adalah Lake Tekapo yang merupakan danau biru dengan ikon terkenal Church of the God Shepperd, tapi aku ga kesini karena ntar Sabtu kan bakal nginep di YHA Tekapo, jadi aku cuma duduk di dekat danau sambil makan bekal yang sudah aku siapin sejak dari YHA Christchurch. Rasanya damaaai banget duduk sambil makan dengan pemandangan yang luar biasa, Alhamdulillah.

Selepas dari Lake Tekapo, ibu sopir diganti oleh Bapak Sopir yang logat Inggrisnya sulit aku tangkap artinya, kayak aksen nya Duncan, lecturer Advanced Strategic Accounting di Monash University. Lake Tekapo – Twizel (dibaca twaizel) memakan waktu sekitar 45 menit. Selanjutnya aku menggunakan jasa Mt.Cook Connect dari Twizel ke Aoraki Mt. Cook Village, dan aku duduk di posisi depan, jadi puas banget lihat pemandangan di depan mata, yaitu Mt. Cook, dan di sebelah kanan adalah Lake Pukaki. Lake Pukaki dan Lake Tekapo sama sama memiliki warna biru yang cerah, ditambah pancaran sinar matahari membuat kedua danau ini berkilauan.

Pak Sopir juga merangkap sebagai pemandu wisata dan cerita banyak hal tentang Mt. Cook Aoraki Village. Kata Pak Sopir, Aoraki artinya awan yang menggantung di atas Mt. Cook. Dia juga menambahkan kalau kami beruntung karena cuaca hari ini sangat cerah, sehingga Mt. Cook terlihat sangat jelas. Alhamdulillah, bisa ngelihat langsung gunung dengan puncak putih karena tertutup salju. Selanjutnya dia menambahkan kalau kami harus mencoba Hooker Valley Track. Kalau ini kan memang rencanaku dari awal, jadi alasan utama nginep 2 malam di Mt. Cook adalah karena besok ingin treking di jalur Hooker Valey Track, jalur pejalan kaki yang paling terkenal di Aoraki Mt. Cook. Di Aoraki Mt.Cook, aku nginep di Mt.Cook Lodge and Motels yang lokasinya sangat bagus dan juga menyediakan shuttle bus gratis ke Hotel Hermitage, lokasi yang lebih dekat ke jalur awal Hooker Valley Track. Jadi ini alasan kenapa aku pilih hostel ini dibanding YHA Mt. Cook.

-daniwulan, 17 April 17-

Assalamu’alaikum

“Don’t Just See the Sight, Walk Them”

Hari ketiga di New Zealand, aku jalan kaki di jalur Hooker Valley Track, yang merupakan jalur paling populer di NZ. Dari Mt. Cook Lodge and Motels aku naik free shuttle bus ke Hotel Hermitage karena lokasi Hermitage lebih dekat ke titik awal jalan kaki. Aku berangkat pukul 08.30 dengan harapan pukul 12.00 sudah kembali ke hostel, sebab jarak tempuh dari Hermitage sekitar 3 jam return. Pagi ini dingin dan cuaca mendung sesuai perkiraan cuaca, sehingga aku pakai longjohn plus jaket tiga lapis. Penampilan sudah seperti kepompong namun semangat membara buat jalan kaki di jalur Hooker Valley dengan hadiah bakal ngelihat es es yang mengapung di Danau Hooker. Jalur ini penuh dengan pulang petunjuk sehingga memudahkan para turis, yang memang jumlahnya sangat banyak. Saat aku berangkat, beberapa orang malah sudah berada di jalur balik, dalam hati aku mikir mereka start jam berapa yaak, kok jam 9 pagi sudah balik.

Ngomongin tentang Mt.Cook, sejarah mencatat bahwa Sir Edmund Hillary, pendaki Mt.Everest pertama yang merupakan New Zealander melakukan pra pendakian di Mt.Cook. Jadi dia latihan mendaki di Mt.Cook ini, yang merupakan gunung tertinggi di New Zealand. Bahkan di Hotel Hermitage ada museum khusus Sir Edmund Hillary dan dua Visitor centre di pajang beberapa memorabilia tentang pendakian ini. Alhamdulillah aku di kasih kesempatan oleh Allah melihat dengan mata langsung gunung yang tertutup salju meskipun ini masih musim gugur. Kalau lihat iklan Pariwisata Mt.Cook, saat musim dingin nanti bongkahan es di atas Danau Hooker akan lebih banyak dan juga sepanjang jalur Hooker Valley akan terkena salju, bahkan sampai Padang ilalangnya, tapi apa sanggup jalan di musim dingin??

Kalau dari Hermitage akan ada dua pilihan, melewati Kea Track atau langsung melalui Hooker Track, dan aku pilih yang kedua. Aku butuh sejam Dari Hermitage ke Camp Ground yang merupakan titik awal Hooker Valley, belum jalan di jalur Hooker Valley nya. Sepanjang jalur aku mendapatkan berbagai macam pemandangan, mulai dari hutan hijau lalu savana lalu pegunungan dan aliran sungai. Aku harus melewati tiga jembatan gantung untuk bisa sampai ke Danau Hooker dan Subhanallah, jembatan nya cukup panjang dengan aliran sungai yang deras banget di bawahnya. Aku yang takut ketinggian ga berani lihat ke bawah saat melewati ketiga jembatan, dan jantung sudah dag dug dag dug gak keruan; ditambah lagi ada pasangan bule usil yang jalannya Kenceng banget di belakangku, jadinya jembatan goyang goyang. Alhamdulillah selalu dikasih perlindungan dan keberanian oleh Allah SWT.

Mueller Lake Lookout menjadi titik istirahat sebelum jembatan pertama, namun di sini tidak terlihat iceberg. Sepanjang jalan berdoa pada Allah supaya matahari muncul dan awan-awan di puncak Mt.Cook pergi, namun hingga sampai ke Hooker Lake tetap mendung. Namun jalanan di lembah Mt.Cook ini beneran worthed buat di jalani. Saat aku jalan balik, ketemu lebih banyak turis yang baru menuju Hooker Lake, dan ternyata doaku di kabulkan Allah, matahari muncul sehingga aku berkesempatan lagi melihat puncak Mt.Cook yang putih tertutup salju. Sesampainya di Hermitage aku numpang duduk santai dan kebetulan saat aku tiba di Hermitage, bus Intercity Great Sight baru tiba, sehingga ramai banget dan ketemu beberapa turis dari Indonesia juga. Memang ya Hermitage ini lokasinya pas banget menghadap Mt. Cook, pantesan saja mahal. Kalau dari Mt.Cook Lodge and Motel hanya kelihatan seuprit puncak Mt. Cook. Dari Hermitage ke Mt.Cook Lodge and Motel aku jalan kaki, karena mau mampir ke Visitor Centre.

Papan petunjuk di jalur Hooker Valley Track

Puncak Aoraki Mt. Cook

Track di Hooker Valley Track

Aoraki Mt.Cook Village

Alhamdulillah, pukul 02.30 siang (artinya aku butuh 6 jam pergi balik dari hostel) sampai lagi di hostel dan bisa mandi air hangat lalu istirahat buat meluruskan kaki dan nyiapin makan malam. Sumpah, disini kok aku jadi demen makan mulu, untungnya bawa beras sama rice cooker kecil. Baiklah, postingannya berikutnya tentang Queenstown, Lake Wanaka, Lake Wakatipu dan Milford Sound Tour dan Lake Tekapo.

-daniwulan, 18 April 2017-

Advertisements