Kia Ora

Assalamualaikum….


Alhamdulillah…langkah kaki ini sampai juga ke bumi Allah bernama Selandia Baru atau Bahasa international nya New Zealand (NZ). Pesawat Qantas yang membawaku terbang selama 3 jam dari bandara Tullamarine, akhirnya mendarat sempurna di Bandara Christchurch International Airport saat menjelang waktu sholat shubuh. Alhamdulillah masih diberi nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah SWT untuk menjelajah bagian lain dari bumi ini. Semoga semakin banyak tempat sujud yang akan bersaksi saat hari perhitungan nanti.

Imigrasi dan Custom New Zealand

Kesanku terhadap para petugas imigrasi dan custom adalah : mereka ramah dan murah senyum, lebih ramah dibanding petugas Australia. Saat di imigrasi cuma ditanya berapa lama mau stay di New zealand dan sekarang status nya di Australia sebagai apa. Saat tahu aku student, si ibu makin ramah dan senyum manis banget sambil ngecap paspor ku. Saat di custom, cuma ditanyakan hal yang aku ceklist: medicine, food, sama wood. Personal medicine di coret karena oke, selanjutnya di petugas kedua ditanya Wood apa, aku jawab ya gelang ku, lolos lagi. Terus di xray doang dan bebas melenggang ke pintu keluar.

Setelah sholat shubuh di bandara, duduk lagi nunggu bus intercity yang jadwal datangnya jam setengah delapan. Namun sampe pukul 07.45 belum muncul juga, jadinya kenalan sesama penumpang yang juga lagi nungguin bus, turis dari Perancis. Akhirnya pukul 07.50 tuh bus intercity datang dan penumpangnya cuma aku ama bule Perancis tadi doang.

Christchurch City

Kesan pertama melihat kota Christchurch adalah Warna Musim Gugur dimana-mana, Karena kota ini terkenal dengan julukan kota kebun atau the Garden City. Aku suka banget ngelihat musim gugur di sini, semua daun-daun berwarna kuning keemasan. Kesan kedua, orang-orang yang Aku temui ramah-ramah, termasuk supir bus yang ternyata pernah ke Indonesia. Sepanjang jalan dari bandara Christchurch ke Canterbury museum, Aku disuguhi dengan pemandangan musim gugur yang Indah dan juga cerita dari supir. Saat Di bandara, kenalan dengan Satu orang Turis yang Sama-sama menanti bus, namun dia menuju kota lain untuk kegiatan ski dan snow boarding. Logat English nya kental dengan aksen perancis

Di Christchurch aku nginep di YHA Christchurch yang lokasinya di Hereford Street dan dekat banget dengan tempat-tempat menarik di Christchurch. Setelah menitipkan koper di YHA dan makan serta menghangatkan tubuh di lounge YHA Christchurch, aku langsung jalan-jalan keluar. Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Canterburry Museum, nah disini lihat koleksi lukisan, artifak suku Maori, dan juga kebetulan sedang ada pameran Air New Zealand. Aku puas banget ngikut simulasi Air New Zealand, karena bisa mendapatkan pengalaman terbang ke beberapa tempat eksotis di dunia, tentunya dengan virtual Journey. Sebuah konsep edukasi yang sangat menarik, tidak hanya bagi anak-anak, namun juga bagi orang dewasa.

Selepas dari museum, aku langsung ke taman kota yang lokasinya persis di sebelah museum. Nah berhubung sekarang lagi musim gugur, maka banyaaaak banget pohon-pohon dengan warna daun kuning keemasan khas musim gugur. Taman ini luaaaaas banget, namun karena menyuguhkan pemandangan yang menarik, aku ga capek itu jalan-jalan kaki mengelilingi taman ini, soalnya banyak yang bisa di lihat, ada koleksi mawar, koleksi kaktus, koleksi aggrek, bahkan ada pohon pisang. Oh my God, jauh-jauh ke NZ ketemu pohon pisang, mbok ya ketemu mas Jodoh begitu yaak (ooops maaf jadi curcol)

Selanjutnya mengunjungi galeri nasional dan melihat koleksi lukisan, koleksi seni moderen, dan beberapa hal menarik lainnya. Ada kolaborasi dari Monash Art, Unimelb dan City council of Christchurch yang menampilkan koleksi seni moderen. Kalau di banding dengan QAGOMA, tentunya masih kalah jauh. Namun untuk ukuran sebuah kota yang sedang memperbaiki diri sejak terkena gempa besar 2011, bangunan galeri dan koleksi disini patut di apresiasi. Usai dari galeri, waktu menunjukkan pukul 01.30 pm, jadi aku langsung ke hostel untuk cek in, mandi, sholat dan makan.

Setelah istirahat sejenak, aku lanjut jalan lagi mengelilingi kota dan mengunjungi tempat-tempat menarik lainnya seperti Christchurch Junction, ini tempat orang berkumpul untuk santai dan banyak grafiti di dinding seperti di hosier lane, namun grafiti nya menampilkan khas suku Maori dan warnanya di dominasi warna-warna cerah. Di dekat sini juga ada punting, yaitu sejenis gondola seperti di Vienna yang akan mengikuti arus sungai yang akhirnya adalah taman kota.

Dari junction, kaki melangkah ke Victoria market, bukan seperti Victoria market di Melbourne yaak, disini lebih kecil dan di dominasi oleh kafe-kafe dan toko suvenir. Aku membeli magnet kulkas isi 9 seharga 7 dollar. Kalau digabung kesembilan magnet tersebut akan membentuk persegi panjang, dengan gambar beberapa kota dan objek wisata di NZ termasuk pulau utara. Menjelang senja, aku kembali ke hostel dengan berjalan kaki mengitari kota yang ujungnya kembali lagi ke taman kota dan duduk-duduk sejenak menikmati air pancur sambil ngelihat banyak turis berfoto-foto.

17990507_1926037714284611_9159327635062994968_o

koleksi mawar merah di christchurch botanical garden

Alhamdulillah, bisa menikmati keindahan kota Christchurch dan juga melihat pembangunannya yang sedang berjalan pasca gempa 2011.

-daniwulan-

Advertisements