Menyeimbangkan Studi dan Sosialisasi

Beberapa hari ini teman-teman di media sosial ngeshare tentang mahasiswa di salah satu universitas di Bristol, yang bunuh diri akibat tekanan studi. Aku kok serem yaak bacanya, apa sampe segitunya stress kuliah hingga bunuh diri. Aku sendiri selama kuliah di Australia (udah 2 semester) ngerasa ya emang berat sih, namun selama kita menyeimbangkan antara studi dan sosialisasi, stress yang dirasa ga akan parah-parah banget kok. Teman berbagi itu yang paling penting. Komunikasi lancar dengan keluarga di tanah air juga jadi penyemangat belajar, dan tentunya sosialisasi dengan banyak teman sesama mahasiswa di Australia. Tentang kuliah di Monash, ya emang berat sih, ini nih sebagian ceritanya:

  • Workload :

Bukan nakut-nakuti sih, tapi menjadi mahasiswa postgraduate di Monash University itu bener-bener “demanding”. Ya mungkin di universitas lain di Australia juga sama kali ya standard nya. Ada begitu banyak jenis tugas/assesment yang diminta oleh universitas, contohnya: Latihan dalam setiap kelas tutorial (pengalaman aku waktu semester pertama, kewalahan ngerjain tutorial corporation law), Nulis Essays, Ngebahas Case Studies, Nyari jurnal buat jadi literature review dalam essay yang kita tulis, Menulis report (pengalaman last minutes submission business valuation report at second semester), Presentasi Kelompok, Nulis Essay kelompok, dan Ujian (final exam). Nah final exam ini yang paling menakutkan, di Monash Business and Economic, kebanyakan Ujian mensyaratkan “Hurdle Requirement”. Nah maksudnya, kita harus dapat nilai di exam minimal 50 dari jatah 100 (jadi harus dapat 50%). Kalau misalkan dapat nilai 49, tetep gagal,  meski assignment lainnya bagus (amit-amit yaak, jangan sampe deh). Keterangan tentang hurdle requirement bisa di baca detil di web monash.

  • Class Time Management :

Beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum, saat dan setelah kelas: Baca dan pahami unit guide dari setiap unit yang di ambil dalam setiap semester demi memahami apa sih yang diharapkan dari student, dan buat catatan, Baca email dari Chief Examiner, Pre-reading notes dan case studies, Pre-reading material-material yang di upload di Moodle, Pro-Active learning in class (kalau ini sih aku tergantung  dosennya, kalau dapat dosen seperti Dhayani, Joey, atau Estelle, sih aku suka), After class: Lebih banyak belajar mandiri, seperti review ulang pelajaran, diskusi ke teman-teman tentang suatu topik yang ga di mengerti. (masalah terbesar buatku adalah : procrastination alias penundaan, intinya sih mau baca ulang lecture notes, eh malah liatin harga tiket promo atau lihat resep kue).

  • Assignment seperti Essay, dan Report :

Memulai tugas lebih awal: dengan memahami apa sih yang di inginkan di tugas tersebut. Kita harus bisa menganalisis maksud dan tujuan dari tugas yang di bebankan, kalau perlu nanya ke teman supaya dapat pemahaman yang sama. Setelah paham dengan maksud dan tujuan tugas, selanjutnya adalah mencari bahan seperti jurnal. Kita bisa memanfaatkan fasilitas dari Universitas, dan jangan takut kekurangan bahan untuk tulisan, yang ada malah kelebihan bahan dan puyeng buat sortir mana yang bener-bener penting dan related to topic. Intinya sih selama nulis essay atau report, kita dituntut untuk: present an argument, support argument with evidence, use a logical structure, and use language of the discipline. Oh ya, kita juga dituntut untuk berpikir kritis. Ini yang paling sulit sih, karena saat aku dulu kuliah di Indonesia ga dituntut untuk berpikir kritis.

  • Penyeimbang :

Seperti kata pepatah “life must be balanced” jadi ya meskipun belajar, tetap harus ingat buat senang-senang, misalkan : jalan-jalan di akhir pekan, atau ngedengerin musik, atau nonton drama korea, atau sekedar ngobrol bareng temen. Aku sukanya sih kalau lagi suntuk banget sama studi, biasanya ngobrol sama temen di WhatsApp, curcol tentang macem-macem, nanya kabar sahabat waktu masih di SMA, Sahabat kuliah, Blog-Walking, Liatin Resep masakan, atau liatin harga tiket pesawat. Aku juga paling suka tuh jalan-jalan sendiri ke Central Business District of Melbourne city, jalan-jalan di tepian sungai Yarra, atau cuci mata di DFO. Aku juga suka ngobrol di Line sama sepupu-sepupu kecil, sekedar kirim-kirim pesan emoticon yang lucu-lucu.

Yang utama: mengadulah pada Allah SWT atas segala masalah. Allah memberikan masalah sesuai dengan kemampuan hambaNYA kok, jadi apapun masalah mu pasti kamu mampu untuk menyelesaikannya. aamiin

-daniwulan-

Advertisements