OCEAN | The Big Five of Personality Theory

Assalamualaikum…

 

Pada dasarnya, Kepribadian atau Personality dapat didefinisikan sebagaidimensi perbedaan individu dalam kecenderungan untuk menunjukkan pola konsistensi dari pikiran, perasaan, dan tindakan (Mc.Crae). Banyak penelitian dan Teori yang dikemukakan oleh para ahli, salah satu Teori Sifat Kepribadian yang paling sering digunakan dalam dunia kerja adalah Teori Sifat Kepribadian “Model Lima Besar” atau “Big Five Personality Traits Model”  yang dikemukakan oleh Seorang Psikolog terkenal yaitu Lewis Goldberg. Costa dan McRae menyusun Big Five Personality atau yang juga disebut dengan Five Factor Model berdasarkan pendekatan yang lebih sederhana.

Teori the Big Five membagi kepribadian menjadi 5 dimensi yang biasa dikenal dengan singkatan OCEAN. Dimensi tersebut adalah Openness (O), Conscientiousness (C), Extraversion (E), Agreeableness (A) dan Neuroticism (N). Big Five mengukur kelima dimensi ini pada seseorang, sehingga hasil dari penggolongan kepribadian Big Five ini bukan mengerucut ke satu dimensi kepribadian saja, melainkan ukuran dari kelima dimensi OCEAN tersebut.

Berikut kelima dimensi tersebut:

  1. Openness (O): Menjelaskan cara kamu beradaptasi dan mengadaptasi hal-hal baru. Skor Openness tinggi menandakan seseorang mudah beradaptasi, menyenangi pengalaman dan ide-ide baru. Skor Openness rendah menandakan seseorang sulit menerima perubahan dan cenderung memegang erat nilai-nilai yang ia percayai. Sifat kebalikannya adalah individu yang cenderung konvensional dan nyaman terhadap hal-hal yang telah ada serta akan menimbulkan kegelisahan jika diberikan tugas-tugas baru.
  2. Conscientiousness (C) : Menggambarkan cara kamu menjalani rutinitas dan mencapai tujuan. Semakin tinggi skor Conscientiousness, semakin tinggi pula tingkat kedisiplinan, fokus, ambisi, daya kontrol, komitmen, dan konsistensi seseorang. Skor Conscientiousness rendah biasanya lebih santai, memiliki jiwa yang bebas, menyukai hal-hal yang spontan, dan mengikuti arus. Kebalikannya adalah individu yang cenderung kurang bertanggung jawab, terburu-buru, tidak teratur dan kurang dapat diandalkan dalam melakukan suatu pekerjaan.
  3. Extraversion (E) : Mendeskripsikan cara kamu menyalurkan energi dalam lingkungan sosialnya. Skor Extraversion tinggi menunjukkan seseorang butuh menyalurkan energinya yang besar dengan bertemu banyak orang. Skor Extraversion rendah biasanya lebih memfokuskan energinya ke dalam diri sendiri. Lawannya adalah Introversion yaitu  mereka yang pemalu, suka menyendiri, penakut dan pendiam.
  4. Agreeableness (A) : Menjelaskan cara pandangmu terhadap orang lain dan kontrol eksternal. Orang dengan skor Agreeableness tinggi biasanya lebih mudah memberikan kepercayaan, pengertian, kasih sayang dan kebaikan terhadap lingkungannya. Skor Agreeableness rendah cenderung lebih berhati-hati, penuh pertimbangan, objektif, dan kompetitif di dalam lingkungannya. Karakteristik kebalikan dari sifat “Agreeableness” adalah mereka yang tidak mudah bersepakat dengan individu lain karena suka menentang, bersifat dingin dan tidak ramah.
  5. Neuroticism (N) : Menggambarkan ketahanan emosimu dalam kondisi tertekan. Biasanya, skor Neuroticism tinggi menunjukkan adanya fluktuasi emosi dan kerentanan mengalami stress. Skor Neuroticism rendah menunjukkan emosi yang cenderung lebih stabil dan mudah pulih setelah mengalami situasi sulit. Karakteristik Positif dari Neuroticism disebut dengan Emotional Stability (Stabilitas Emosional), Individu dengan Emosional yang stabil cenderang Tenang saat menghadapi masalah, percaya diri, memiliki pendirian yang teguh. Sedangkan karakteristik kepribadian Neuroticism (karakteristik Negatif) adalah mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan mudah berubah pikiran.

Sumber: a , b , c ,

kamu termasuk yang mana? silahkan test di sini

-daniwulan-

Advertisements