Monash University or The University of Melbourne

Assalamualaikum….

Dear readers…

Dulu pernah ada yang tanya kenapa aku pilih Monash di banding The Unimelb, toh kalau alasan ku adalah aku ingin tinggal di kota Melbourne, keduanya juga berada di Melbourne dan keduanya juga termasuk dalam Group of Eight, yang merupakan delapan universitas terbaik di Australia. Kalau di lihat dari QS World Ranking untuk subject accounting and finance tahun 2015 (tahun saat aku apply ke  Monash), peringkat Monash juga di bawah The Unimelb.

Alasanku jatuh cinta sama kamu , eh sama Monash University adalah:

  1. Monash menawarkan program Master of Accounting, sedang The Unimelb hanya menawarkan program Master of Management (Accounting), jadi kalau aku baca program studinya sih lebih Broad yang di tawarkan oleh The Unimelb. Akunya pengen yang specific accounting dan Monash menawarkan unit Forensic Accounting dan Taxation law. Dua unit yang sangat aku inginkan untuk aku pelajari. Sebenarnya sebelum ke Monash, aku udah terima Conditional Offer dari University of Wollongong untuk program Master of Forensic Accounting, namun karena ga jodoh, ini program studi di hentikan oleh UoW pada tahun 2015, batal deh offerku. Jadilah pilihan satu-satunya adalah Monash Univesity. Bahkan aku ga ngisi tuh pilihan kedua, karena aku yakin Monash bakal nerima aku dengan senang hati. Meski ada temen yang sempet nanya “emang ga bosan belajar Accounting lagi di program Master”… Hahhaha aku jawab “enggak”, mungkin aku kenah batunya ini, duluuuu banget masa sma, suka sepele ama pelajaran akuntansi dan suka maleees kalau di kasih peer terutama buat jurnal entries, di kelas akuntansi malah nyelesain tugas Biologi atau kalo ga ngerjain peer matematika.
  2. Lokasi kampus monash di Caulfied dan kampus utama monash di Clayton, yang cocok banget sama aku yang ga suka ramenya kota buat tempat tinggal. Aku udah bayangin tuh kalau aku di The Unimelb, aku bakal sering main ke kota, menyusuri swanston street, dan tempat-tempat menarik di kota. Nah ada untungnya dengan tinggal di Clayton, aku ga sering-sering main ke kota, meski sekarang masa liburan summer ini aku seriiiiiing banget main ke kota.
  3. Aku tertarik banget sama cara Representatif Officer nya Monash University saat aku dua kali datang ke pameran pendidikan, aku masih ingat namanya Riko Kho. Ketemu dia dua kali pas di Medan, dan terakhir di JS Luwansa saat acara Australia Awards. Cara dia menjelaskan secara detil tentang program studi dan berbagai informasi lainnya untuk para student baru sangat menarik. Tuuuh kan ilmu marketing emang hebaat, ….harus aku pelajari ini ilmu marketing.
  4. Ada kenalannya kenalanku yang udah duluan kuliah di Monash University dengan jurusan yang sama, dan aku bisa banyak tanya ke dia. Dapat nomor mbak Widya atas referensi dari inunk, dan aku banyak-banyak tanya deeh, dan mbak widya bilang orang-orang Indonesia di Clayton banyaak, dan ramah-ramah. Akhirnya makin mantap deh pilih Monash University.

 

Setelah dua semester menjalani program studi master of accounting di Monash University, aku tuh puas banget sama ilmu yang aku dapat, pengalaman, fasilitas belajar, para pengajar dan juga metode pembelajaran di Monash, sepadan lah sama biaya kuliah per unit mata kuliahnya, Mahaaaal boook (terima kasih Australia Awards yang udah ngebiayain kuliah aku dan terima kasih Kemenkeu yang udah kasih izin tugas belajar buat ku). Yang paling aku catet dari Monash sebagai kekurangan adalah ga ada papan selamat datang di Monash University kayak di The Unimelb, and my mom asked me to take a picture in front of Welcome to Monash University. Sorry mom, Monash does not have it. I send you my picture in front of The Unimelb instead.

I love you Monash University, setahun lagi kita bareng yaa, time flies so fast.

img_5404

Monash

img_8203

The Unimelb

-daniwulan-

 

Advertisements