Kontemplasi | Persiapan Keberangkatan Australia Awardee

Assalamualaikum…

Cerita ini tentang persiapan keberangkatanku ke Australia sebagai mahasiswa baru di Monash University. Harusnya cerita ini terbit tahun 2015, namun karena bentuknya adalah kontemplasi, maka ini bentuk renunganku tentang persiapan keberangkatanku; agar aku makin bersyukur atas banyaknya anugerah dan kemudahan dari Allah SWT. Alhamdulillah

Persiapan surat-surat menjelang keberangkatan

  1. Ini nih yang paling menguras pikiran, karena TMT tugas belajar adalah 21 December 2015, namun urusan paspor biru, visa dan bahkan surat setneg belom kelar. Masih ingat saat itu sering nanyain ke Mas Andi, pegawai kantor pusat yang ngurusin keberangkatan pegawai tugas belajar. Belom lagi aku harus nyiapin semua berkas dari kantor asal, seperti dokumen-dokumen untuk penilaian semester dua, SKP, CKP, dan urusan cuti menjelang tugas belajar. Alhamdulillah urusan berjalan lancar dan bisa meninggalkan kantor dengan tenang. Makasih buat kakakku, kak fika yang masiiih aja sering aku repotin sampai hari ini untuk segala macam urusan kantor seperti kenaikan pangkat, penilaian PPKPNS, dllsb.

Persiapan Materi
1. Dua Koper, satu koper kabin dan satu koper untuk bagasi. Koper bagasi isinya cuma beberapa potong pakaian, jilbab yang agak banyak, beberapa mie instant untuk stok beberapa hari, rice cooker kecil beli di ace hardware, setrikaan, alat sholat, perlengkapan mandi untuk beberapa bulan, alat-alat tulis untuk stok beberapa bulan. Koper kabin aku isi dengan obat-obatan (supaya gampang claim dan nunjukin ke petugas imigrasi), Al Quran dan terjemah, dan Berkas-berkas penting.

2. Ransel, aku isi dengan handphone, paspor, Visa, Tiket pesawat, surat setneg, surat tugas belajar, surat keputusan pembebasan tugas, uang cash, print alamat temporary akomodasi yang dituju, dan alat kosmetik biar wajah seger.

Persiapan Mental
1. Berdoa selalu kepada Allah SWT agar terus di beri keselamatan, kemudahan dan kelancaran
2. Minta doa restu dari kedua orang tua, keluarga dan sahabat, rekan-rekan kantor.
3. Makan banyak makanan kesukaanku dan makanan khas masakan ibuku.
4. Habisin waktu dengan adik-adik sepupu kecil yang demen banget maen ama kakak kesayangannya ini 😀

Nah hampir setahun disini, kayaknya aku bisa kasih saran buat mahasiswa-mahasiswa baru yang akan datang ke Australia, khususnya ke wilayah City of Monash, yaitu:
1. Bawa pulpen dan loose leaf yang banyaaak, karena disini harganya lumayan mahal dan pulpennya itu looh, ujungnya ga runcing kayak pulpen-pulpen di Indonesia yang aku nyaman pakenya, dan pegangannya buntek2 aka gendut2 (ga enak banget aku pake-nya). Bawa binder file juga buat tempat loose leaf.
2. Bawa stok obat-obatan kayak cream analgesic Counter***pain (karena harganya agak mahal disini), minyak angin safe care (wangi nya enak banget).
3. Buat yang pake hijab, bawa hijab yang banyaak, karena harga di Indonesia lebih murah dan lebih banyak pilihan.
4. Bawa baju renang khusus muslimah, karena bisa belajar renang gratis buat Monash student.

5. Bawa Guling, karena udah setahun di sini ga nemu yang namanya guling. Buat kamu yang ga bisa tidur tanpa guling bisa dipertimbangkan bawa guling dan sarung nya dari Indonesia, atau berharap dapat hibahan dari temen-temen udah kelar kuliahnya dan akan balik ke Indonesia.
6. Lain-lainnya bisa beli disini kok, harga standar sini lah 🙂

Selamat packing kawan-kawan. See you at Monash University

-daniwulan-

Advertisements