Porter’s Five Forces

Assalamualaikum…

Selamat Malam para readers…

Porter’s Five Forces analysis adalah suatu cara analysis terkait dengan tingkat kompetisi dalam suatu bisnis atau industri. Dinamakan Five Forces, karena ada lima aspek yang jadi perhatian saat kita menganalisa. yaitu:

  1. Persaingan sesama perusahaan yang sejenis
  2. Tantangan untuk pendatang baru
  3. Ketersediaan produk pengganti
  4. Daya tawar supplier
  5. Daya tawa pembeli

Jadi saat kita menganalisa tingkat persaingan dalam suatu lini industri, kita perlu memperhatikan kepada lima hal tersebut. Nah kasus yang lagi aku kerjakan sekarang adalah ngebahas tingkat persaingan untuk industri retail di Australia. Perusahaan yang harus aku analisa, sumber pemasukan utamanatanya di bidang retailer pakaian dan peralatan tulis dan accessories sekolah (yaa semacam itulah). Saat ini aku baru sampai tahap pertama dan masih ada empat forces lagi yang harus aku selesain, tapi belum nemu ide buat jadi bahasan. Saat ini masih banyakan baca teori, dan berharap dapat asupan gizi dari bahan bacaan biar otak lancar nulis (akibat keseringan pake ilmu “the power of kepepet”).

Di bagian kedua sih rencananya mau ngebahas tentang faktor-faktor yang jadi tantangan bagi pendatang baru. Tugas ini harus di submit hari Jumat ini jam 4 sore. Seperti dua tugas sebelumnya, Jumat nanti tahap finishing dan lanjut di cetak dan langsung submit. Tugas Menulis di sekolah luar negeri di tahap master degree bener-bener jadi tantangan tersendiri. Semuanya harus di pikirkan baik-baik dan dengan bahasa yang akademik, enggak asal copy and paste tanpa ada referencing. Kalo ingat zaman kuliah S1 dulu, tugas bikin paper mah sebentar juga kelar, baca bahan bentar di perpus, terus ngacir ke pajak usu atau sumber buat nyari rental komputer untuk negprint.

Back to the topic. Mari kita lanjut menulis lagi.

Clayton, 21.54

-daniwulan-

—UPDATED 16 SEPTEMBER , alhamdulillah submit juga tadi sore, setengah jam sebelum due time.

UPDATED 29 September, Alhamdulillah dapat Grade 12/15, dan saat pamer ke mas isan eh dianya malah dapat 14/15. Tetap ya mas isan yang lebih pinter.

 

 

Advertisements