Orange versus Apple

screen-shot-2016-11-18-at-12-09-19-pm

picture taken from http://www.fotoblur.com/images/172754

 

 

Assalamualaikum…

Dear readers,

Minggu ini kelabu, meski sekarang sudah masuk musim semi tapi cuaca hari ini beneran mendung, untungnya suasana hati ga mendung (cieeee…yang baru kelarin satu tugas 750 kata) . Nah masih ada tugas 2000 kata buat unit advanced financial accounting. Tugas ini terbagi dua, yaitu tugas 1500 kata untuk bisnis report dan 500 kata untuk media release. Puyeeeng euuy nulisnya (ngeluh gini, bisa ditimpuk sama yang tiap minggu punya tugas nulis 500-1500 kata, hahha). Jadi bahasan di bisnis report ini tentang si jeruk sama si apel. Ya itu adalah istilah untuk dua metode penilaian di akuntansi, metode historical cost dan metode fair value (note, yang jeruk si fair value yaaak).

Tugas ini udah digarap dari beberapa minggu lalu, nyicil dari nyari jurnal, baca jurnal terus mulai nulis apa aja, sampe pas di baca sama temen-temen masih belum nyambung (bahasanya mbulet, belum nemu ujungnya). Procrastination buat tugas ini parah, mulai dari curcol di blog, makan kentang goreng tabur bumbu peri-peri, bikin perkedel kentang, makan pear, nyetrika (yang ini ketularan pemilikteori menghasilkan sesuatu yang berguna dari pada nulis kagak kelar-kelar), sampe tadi pagi bikin bakso (baru baksoya doank, ga ada kuahnya).

Nah back to topic, jadi Historical cost ini metode yang tradisional banget, udah ada sejak  zaman si lucas paciolo (jadi keinget bapak guru akuntansi waktu sma), dan udah aku pelajari sejak di kampus hijau usu sama ibu sri mulyani (bukan bu menteri yaak). Historical cost ini mencatat elemen laporan keuangan berdasarkan transaksi, jadi berapa duit yang dikeluarkan, nah segitu pula yang dicatat. Namun sejak muncul IFRS (International Financial Reporting Standar), muncul lah si jeruk, aka fair value. Kalo kata dosen bussiness valuation ku, fair value menggunakan metode mencatat seharaga yang fair (wajar). Diantara kedua metode ini banyak pendapat yang bertentangan, bisa mabok kalo baca semua jurnal tentang si apel ama jeruk ini. Ya jadi intinya tugas ku ini ngebahas tentang kedua metode ini ditambah diskusi apakah metode single untuk semua elemen laporan keuangan lebih baik/buruk dibanding metode campuran (single vs mixed).

Udahan deh, mau balik lagi mengasah otak untuk mencari kalimat-kalimat pamungkas di media release dan executive summary, supaya pas meeting selasa nanti bisa minta tolong buat di proof read lagi. (due datenya semakin dekat….). Oh iya, senen depan lebaran haji, aargggh aku jadi kangen rumah, kangen jadi temen gambar, temen lukis, dan temen dongeng sama para krucils. Musiiim semi akhirnya tibaaa

Byeee….

-daniwulan/ 04 September 2016-

Advertisements