Moral Compass

“four cardinal virtues: prudence, justice, temperance, and courage that should be cultivated as the starting point for building a life of character and giving us strength and direction to act for good”

Cuplikan dari artikel yang aku baca hari ini, disela-sela lecture auditing and assurance. In my opinion, sebagai umat beragama Islam, sejak kecil aku sudah diajarkan berbagai macam kebajikan dan teladan Rasulullah SAW, melalui pendidikan agama dari sekolah formal atau sekolah agama dan juga dari orang tuaku.

Hanya saja artikel ini menarik, karena ini artikel buat bahan presentasi di minggu kedelapan dan artikel ini juga bisa aku cerna di sela-sela banyaknya distraksi (distraksi akibat disini minumnya air keran buat air a**qua). Jadi artikel ini memberikan masukan bagaimana seorang CEO menjadi teladan bagi bawahannya. Penulis memberikan banyak contoh-contoh dari para CEO atau mantan CEO:

1. Mantan CEO enron : dia ngeluh bahwa kurangnya pedoman atau guideline, karena dia hanya fokus pada rule/aturan apa yang boleh dan apa yang ga boleh.

2. Mayor Army : tantangan bagi para futre leader to be succes adalah kesadaran sosial. Kebanyakan orang mementingkan kepentingan diri sendiri.

3. CEO Marks and Spencer : integritas dan kepercayaan adalah kunci sukses

Jadi inti artikel ini adalah : kunci sukses adalah memiliki kompas moral yaitu seperangkat petunjuk moral yang dilakukan secara berkesinambungan dalam keseharian. Jadi to be conclude, dalam keseharianmu, ingat dan lakukan selalu dua hal:

a. Selalu berbuat baik dan jauhi perbuatan yang jahat dan juga mendekati kejahatan

b. Perlakukan orang lain seperti kamu ingin di perlakukan. 

Btw…tulisan ini bentuk proscratination tugas essay 2000 kata… Since I have been thinking too much. 

Caulfield, 31 Agustus 2016 -daniwulan-

Advertisements