Mencari Akomodasi Permanen dekat Monash University

download

gambar dari google

Minggu, 24 January 2016

Time flies so fast, and I almost live in clayton for a month. Masa Introductory Academic Program (IAP) sudah akan berakhir, yang artinya aku harus segera pindah dari tempat tinggal sementara aku. Mencari akomodasi permanen suatu pengalaman tersendiri bagiku. Campur aduk deh rasanya. Lets start

Kampusku nanti akan berada di caulfield, sekitar setengah jam dari clayton. Nah sejak dari Indonesia aku dan seorang temanku berniat untuk tinggal bareng dan tinggal di caulfield. Setelah 2 minggu IAP, kita berdua cari cari informasi dan lakukan inspeksi ke beberapa tempat di Caulfield, namun ga ada yang cocok. Alasannya karena harganya lebih mahal dan lingkungannya yang kurang nyaman. Masalahnya adalah, temporary accomodation ku memang benar-benar temporary yang setelah masa IAP selesai harus sudah di kembalikan, karena pemiliknya yang saat ini sedang di Indonesia akan datang. Jadi buatku mencari permanen akomodasi adalah hal yang sangat penting. Aku masih usahakan nyari tempat2 yang available buat berdua, namun belum dapat juga. Saat ada kabar akan ada sebuah rumah yang akan ditinggalkan oleh pemiliknya yang sudah akan kembali ke Indonesia, aku berniat untuk mengambil alih, dan alhamdulillah ada teman lainnya yang bersedia berbagi rumah ini nantinya denganku. Alhamdulillah ya Allah. Masalah lain muncul, yaitu tempat permanen ini baru akan siap di tempati sekitar bulan juli dan artinya aku harus mencari tempat tinggal untuk februari sampai saat aku pindah ke rumah permanen ini.

Karena kelamaan nyari permanen akomodasi buat berdua, aku kehilangan beberapa opsi satu kamar yang bisa di sewakan secara temporer maupun permanen. Aku ngubek-ngubek file2 lama di milis Indomelb, Milis IALF, Milis Hanif net, dan menanyakan apakah akomodasi berupa satu kamar yang ditawarkan masih available atau tidak. Dari semua yang aku tanya, semuanya sudah sold out. Oh my God, kamar kos laris manis kayak kacang goreng. Akhirnya ada satu post di milis yang beneran nawarin kamar kos buat temporer beberapa bulan, aku coba wasap dan ternyata masih available. Alhamdulilah.Besok sepulang IAP aku akan berkunjung untuk melihat langsung, semoga bisa cocok dengan lingkungannya dan insya Allah Juli nanti sudah tinggal di rumah baru. Aamiin.

Kesimpulannya adalah:
1. Carilah temporary akomodasi yang memiliki opsi permanen, jadi kalau kalian sudah nyaman dan ga berniat pindah ya sudah tinggal di situ jada jadi permanen, asal jangan jadi permanent resident aja, tar disuruh balikin duit beasiswa nya.
2. Utamakan dirimu, lakukan kontak dengan calon bapak/ibu kos alias tebar jala, kali aja aada yang cocok di salah satunya. Jangan sampai kehilangan beberapa penawaran.
3. Berani mengambil keputusan misalkan, jika ada orang indonesia yang akan kembali dan berniat melakukan take over, ambil saja kalau kamu rasa lokasi dan lingkungannnya cocok.
4. Kamar kos larisnya kayak kacang goreng, jadi kalau awalnya kamu take over sendirian, nanti tawarkan ke mahasiswa baru. Insya Allah banyak yang ngantri.
5. Berdoa, bersedekah dan berdoa, semoga Allah memudahkan semuanya. aamiin

Doakan ya teman-teman, aplikasi take over rumah ku ini berjalan lancar dan aku bisa tinggal dirumah tersebut segera. Semoga yang punya rumah ngizinin aku buat kos di kamar yang kedua yang sekarang cuma jadi ruang kerja. aamiin.

Clayton

 

Advertisements