I am officially an Awardee of Australia Awards Scholarship

Assalamualaikum…

Tanggal 13 November 2014, tepat setahun lalu di tanggal dan bulan yang sama seperti hari ini (13 November 2015), aku menerima surat elektronik (e-mail) dari pihak Australia Awards yang menyatakan bahwa aplikasi beasiswa aku diterima dan aku berhak untuk mengikuti seleksi wawancara oleh Joint Selection Team (JST) dan tes IELTS.
Tanggal 12 November 2015, aku telah sah sebagai awardee sejak kontrak dari Australia Awards telah aku tanda tangani dan aku kirimkan kembali ke pihak Australia Awards. Berbicara tentang beasiswa Australia Awards, aku jadi teringat dengan Boomerang, senjata khas dari Australia. Sebuah senjata yang jika kita lemparkan, nantinya akan kembali lagi ke pelempar.

Dalam pandanganku, beasiswa Australia Awards (yang dananya berasal pajak yang dibayarkan oleh para wajib pajak Australia) juga memiliki filosofis boomerang, pihak donor (Australia) menerima manfaat dari beasiswa yang mereka salurkan kepada negara-negara penerima, salah satu diantaranya Indonesia. Misalkan saja: manfaat-manfaat yang diterima oleh para Awardee (sebutan untuk penerima beasiswa) nantinya juga akan berguna bagi masyarakat Australia, misal: (1) Stipend atau Contribution to living expenses atau biaya untuk sehari-hari yang nantinya akan di pergunakan untuk belanja kebutuhan sehari-hari di Australia di toko-toko atau supermarket Australia, (2) Mobilisation Travel, Reunion Airfare dan Completion Travel, yang akan di pergunakan untuk tiket pesawat PP Jakarta-Australia dengan pesawat Qantas (Perusahaan Penerbangan milik Australia), (3) Academic Fees yang langsung di bayarkan kepada universitas-universitas di Australia, dll. Jadi intinya mereka memberikan beasiswa kepada para pelajar asing yang juga berkontribusi pada perekonomian negara mereka.

Disisi lain, Indonesia menerima manfaat yang berkontribusi juga pada perekonomian, misalkan saja, perekonomian di sekitar gedung Indonesia Australia Languange Foundation (IALF), dimana para awardee belajar sebelum berangkat ke Australia. Para awardee yang datang dari luar kota akan tinggal atau kos di sekitar IALF yang terletak di kuningan tepatnya di depan halte busway karet kuningan. Biaya kos di daerah sekitar IALF perbulan sekitar 1,5 juta – 3 juta, tergantung type kos nya; dan lainnya yang berhubungan dengan pengeluaran sehari-hari selama pendidikan di IALF, seperti pengeluaran untuk makan, dll.

Sebagai tambahan, penerima beasiswa a.k.a awardee juga menerima manfaat yang banyak sekali misalnya: pengembangan diri, ilmu di disiplinnya masing-masing, jaringan alumni yang kokoh, network yang luas mencakup negara-negara penerima beasiswa Australia Awards, dan banyak manfaat lainnya.
Sebagai kesimpulan, sejak pertama boomerang di lemparkan maka manfaat akan diterima oleh pelemparnya dan pelempar di sini adalah negara donor, negara penerima dan juga para awardees.

Binjai, 13 November 2015
-daniwulan-

Advertisements