My First Time for IELTS Test

Assalamualaikum….

Happy weekend everyone…

Kali ini saya mau cerita pengalaman pertama ikutan Test IELTS. Bagi yang belum tahu test ini silahkan baca di sini    Saya ikutan Test IELTS ini gratis, karena dibiayai oleh Australia Awards Indonesia. Tes ini sebagai salah satu syarat kelulusan beasiswa AAS. Semoga saya lulus. Aamiin ya Alloh.

9 Januari 2015/ Jumat

Speaking Test

Kegugupan menemani saya sejak tiba dilokasi ujian sampai nama saya dipanggil. Berbekal bacaan dari berbagai sumber yang memberikan dan menceritakan pengalamannya seputar tes speaking IELTS, saya pun masuk ke ruang ujian.

Ternyata interviewernya baiiiiik banget, namanya mike, saya lupa nama panjangnya, dia pemilik salah satu lembaga pendidikan bahasa inggris yang pakai logo kangguru yang berlokasi di medan, di jalan kartini. Karena sesama pendatang dari Medan, kami pun ngobrol-ngobrol sebelum ujian dimulai dan rasa gugup pun seketika lenyap.

Obrolan mengalir lancar, speaking test ini terbagi 3 sesi, pertama introduction, kedua ngobrolin topik ringan dan ketiga diskusi seputar topik. Introduction saya lancar…dan saya ingat topik yang dibahas adalah tentang sepatu dan juga healthy life. Sepanjang test yang berkisar 15 menit saya lancar ngomong tanpa mikirin grammar, omg, tapi tetiba ingat kalo grammar salah, saya langsung koreksi kalimat. Pak mike cuma senyum-senyum aja.

Alhamdulillah ujian speaking berjalan lancar. semoga nilainya memuaskan. Aamiin.

10 Januari 2015/Sabtu

Listening, Reading and Writing Test

Tempat test berada di pusat bahasa UNSYIAH. Alhamdulillah baguuus banget kualitas suaranya, jelas dan jernih. Meja ujiannya juga baguus banget. Saat dilistening saya fokus ke petunjuk soal, karena ini penting banget, apakah perintahnya ONE WORD, TWO WORDS, atau THREE WORDS.

Reading yang saya perkirakan bakal kacau karena dari latihan soal yang saya donwload, bacaan di Reading termasuk bacaan akademik yang kelas berat dengan jumlah kata yang ampuun…banyak banget. Alhamdulillah saya lancar mengerjakan Reading. Saya ngerjain yang gampang duluan, seperti pertanyaan pilihan berganda, dan pertanyaan arti kata. Kalo pertanyaan seperti mencari ide di setiap paragraf (mencocokkan dan juga membuat resume) saya kerjakan paling akhir, karena saat saya ngerjain soal-soal yang lebih mudah, otomatis saya akan memahami isi dari wacananya. Alhamdulillah lancar.

Writing test yang paling berat. Dalam waktu satu jam harus menulis minimal 150 kata untuk tugas pertama dan minimal 250 kata untuk tugas kedua. Saya sih ngerjakan yang tugas kedua lebih dahulu, karena nilainya dua kali lipat dari tugas pertama, tapi di tugas pertama saya kewalahan. ga sempat koreksi grammar dan tenses di tugas pertama. Namun overall semuanya lancar.

Alhamdulillah ujian IELTS, tidak menakutkan seperti yang saya bayangkan sebelumnya, malah saya lebih suka IELTS dari pada ITP TOEFL.

Semoga hasilnya bagus dan saya bisa lulus mendapatkan beasiswa AAS Tahun 2015 ini. Aamiin ya Alloh.

Advertisements