January Effect

Bulan Januari sudah usai. Selama Januari ini terlihat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki kecenderungan untuk naik dibandingkan dengan IHSG akhir Desember.

Orang-orang sering mengatakan kecenderungan kenaikan IHSG ini dengan istilah January Effect.

Sebenernya apa sih January Effect ini. Dalam investorword.com dikatakan bahwa January Effect adalah :”Tendency of the stock market to rise between December 31 and the end of the first week in January. The January Effect occurs because many investors choose to sell some of their stock right before the end of the year in order to claim a capital loss for tax purposes. Once the tax calendar rolls over to a new year on January 1st these same investors quickly reinvest their money in the market, causing stock prices to rise. Although the January Effect has been observed numerous times throughout history, it is difficult for investors to profit from it since the market as a whole expects it to happen and therefore adjusts its prices accordingly”

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia (kurang lebih) :” Kecenderungan pasar saham untuk naik antara periode akhir Desember hingga akhir pekan awal Januari. “The January Effect” sering terjadi karena banyak investor memilih untuk menjual saham mereka sebelum akhir tahun dalam rangka untuk mengurangi pajak. Saat penghitungan kalender pajak dimulai, pada awal Januari para investor ini secepatnya menginvestasikan kembali dana mereka di pasar saham, sehingga
menyebabkan kenaikan harga. Meskipun “January Effect” telah seringkali diamati dalam sejarah, masih sukar bagi para investor untuk mengambil keuntungan darinya karena pasar secara keseluruhan mengharapkannya lalu telah menyesuaikan mengantisipasi harga sebelumnya”

Posted from WordPress for Android

Advertisements