Peningkatan Penghasilan/Take Home Pay

Pada tanggal 22 Oktober 2012, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapak Agus D.W. Martowardojo menetapkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 162/PMK.Oll/2012 TENTANG PENYESUAIAN BESARNYA PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK.

Dalam Pasal 1 disebutkan bahwa Besarnya penghasilan tidak kena pajak disesuaikan menjadi sebagai berikut:
a. Rp24.300.000,00 (dua puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
b. Rp2.025.000,00 (dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
c. Rp24.300.000,00 (dua puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) UndangUndang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir. dengan . Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008; .
d. Rp2.025.000,00 (dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan• keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Dan dalam Pasal 3 disebutkan bahwa Ketentuan mengenai penyesuaian besarnya penghasilan tidak kena pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2013.

Sehingga Penghasilan Tidak Kena Pajak Pertahun mulai tanggal 01 Januari 2013 menjadi :
a. Status Tidak Kawin (TK)
TK/0 =Rp24.300.000,00
TK/1 =Rp26.325.000,00
TK/2 =Rp28.350.000,00
TK/3 =Rp30.375.000,00

b. Status Kawin (K)
K/0 =Rp26.325.000,00
K/1 =Rp28.350.000,00
K/2 =Rp30.375.000,00
K/3 =Rp32.400.000,00

c. Status Kawin dan Penghasilan Istri digabung dengan Suami
K/I/0 =Rp50.625.000,00
K/I/1 =Rp52.650.000,00
K/I/2 =Rp54.675.000,00
K/I/3 =Rp56.700.000,00

Keterangan:
Angka dibelakang garis miring menunjukkan jumlah tanggungan Wajib Pajak (maksimal tiga orang)

Apa akibat dari peraturan diatas? Peningkatan PTKP tentunya akan menurunkan pajak penghasilan pasal 21, yang berarti jumlah penghasilan yang dipotong pajak akan menurun dan kebalikannya take home pay akan meningkat.

Semoga dengan meningkatnya take home pay masyarakat meningkatkan investasinya. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat Indonesia yang sadar akan investasi akan mengurangi kekuatan asing di pasar Indonesia. Semoga ya.

Advertisements