Menabung dan Investasi

“Banyak di antara kita, yang menyadari pentingnya menabung. Tapi, tidak banyak yang mengetahui tujuan menabung. Bahkan, parahnya lagi, masih ada yang belum bisa membedakan pengertian menabung dengan berinvestasi”

Demikianlah secuil kalimat yang dikutip dari buku edukasi reksa dana yang diterbitkan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dan ditulis Eko B Pratama. Bagi yang mau filenya bisa di download di sini.

Menabung selama ini didefinisikan sebagai menyimpan sejumlah uang yang akan digunakan untuk kemudian hari. Semakin banyak dana yang ditabung semakin baik. Apakah memang benar demikian, semakin banyak dana kita di tabungan akan semakin baik????

Dalam hal ini kita melihat dari dua sisi, bisa merupakan hal yang baik atau buruk. Hal yang baik karena uang yang anda miliki banyak dan harta anda sangat likuid karena berupa tabungan, namun ternyata ada sisi jeleknya juga.

Nah sisi jeleknya adalah dana kita akan tergerus oleh pencuri yang tidak pernah bisa di tangkap oleh siapapun. Siapa coba?? Yup tepat sekali, pencuri tersebut adalah inflasi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat inflasi yang tinggi, sekitar 6-8 persen pertahun.  Dibandingkan dengan suku bunga tabungan bank yang berkisar  1-4 persen pertahun, tentunya nilai masa depan dana kita yang disimpan di bank berkurang. Secara rupiah memang jumlah dana kita bertambah karena tambahan bunga bank setelah di potong pajak, namun jumlah penambahan tersebut tidak sebanding dengan kenaikan harga barang-barang dikarenakan inflasi.

Untuk itu kita perlu berinvestasi karena investasi memiliki return yang lebih tinggi bila di bandingkan dengan menabung di bank. Adapun return tersebut tentunya sesuai dengan instrumen investasi yang kita pakai.

Instrumen apakah itu??? Kita lanjut di postingan berikutnya ya…

Advertisements